Semua artikel

Website UMKM: apa yang perlu disiapkan sebelum membuatnya?

Mulai dari tujuan bisnis, informasi penting, hingga fitur yang benar-benar dibutuhkan. Panduan menyusun fondasi website UMKM yang jelas.

Laptop dan ponsel menampilkan konsep website kelas surfing SURF CLUB dengan foto ombak dan tampilan responsif.
Dalam artikel ini

Satu ide yang tepat bisa jadi awal langkah yang besar.

Website yang berguna dimulai sebelum desain pertama dibuat. Untuk UMKM, persiapan yang paling penting adalah mengetahui siapa yang akan datang, informasi apa yang mereka cari, dan tindakan apa yang ingin Anda bantu mereka lakukan.

Anda tidak perlu datang dengan dokumen teknis yang panjang. Catatan yang jujur tentang bisnis, beberapa contoh kebutuhan pelanggan, dan prioritas yang jelas sudah bisa menjadi awal percakapan yang baik. Berikut hal-hal yang dapat Anda siapkan agar proyek website berjalan dengan arah yang sama.

Mulai dari satu tujuan utama

Coba lengkapi kalimat ini: “Website ini dibuat agar calon pelanggan dapat…” Jawabannya bisa berupa memahami layanan, melihat katalog, menghubungi tim, atau membuat reservasi. Tentukan satu tujuan utama, lalu tempatkan kebutuhan lain sebagai pendukung.

Contohnya, sebuah usaha katering mungkin ingin pengunjung melihat pilihan menu dan menanyakan ketersediaan tanggal. Dalam kasus itu, menu yang mudah dipahami serta jalur kontak yang jelas lebih penting daripada akun pelanggan atau fitur yang belum dibutuhkan.

Tujuan ini menjadi pegangan saat memilih susunan halaman, menulis judul, dan menilai desain. Jika sebuah elemen tidak membantu pelanggan atau kegiatan bisnis, pertanyakan apakah elemen tersebut perlu ada pada versi pertama.

Kenali pertanyaan calon pelanggan

Mulai dari pertanyaan yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Pelanggan baru biasanya belum mengenal istilah internal, proses kerja, atau perbedaan penawaran Anda. Website perlu menjembatani jarak informasi itu.

Tuliskan lima sampai sepuluh pertanyaan yang paling sering diterima. Misalnya: layanan apa yang tersedia, siapa yang cocok menggunakannya, area yang dilayani, bagaimana cara memesan, dan apa yang perlu disiapkan sebelum menghubungi tim.

Dari sini, Anda bisa menyusun isi yang terasa relevan. Informasi yang sering ditanyakan sebaiknya mudah ditemukan, sementara detail tambahan dapat ditempatkan pada bagian berikutnya. Prioritas mengikuti kebutuhan pengunjung, bukan urutan sejarah perusahaan.

Kumpulkan informasi dan aset bisnis

Siapkan nama bisnis yang konsisten, deskripsi singkat, daftar layanan atau produk, jam operasional jika relevan, alamat yang boleh dipublikasikan, dan kanal kontak yang aktif. Pastikan seseorang bertanggung jawab memeriksa kebenaran informasi ini.

Untuk aset visual, kumpulkan logo berkualitas baik dan foto produk, tempat usaha, atau kegiatan yang benar-benar mewakili bisnis. Foto sederhana yang jelas sering lebih membantu daripada gambar dekoratif yang tidak memberi konteks. Gunakan hanya aset yang Anda miliki atau berhak gunakan.

Jika ingin menampilkan ulasan, izin pelanggan dan ketepatan isi perlu diperhatikan. Jangan mengisi bagian testimonial dengan kalimat contoh yang terlihat seperti pengalaman nyata. Anda tetap bisa menjelaskan proses atau pendekatan bisnis ketika bukti tersebut belum tersedia.

Pilih bentuk website yang sesuai

Landing page cocok ketika informasi dapat dirangkum dalam satu alur dan pengunjung diarahkan ke satu tindakan utama. Website dengan beberapa halaman lebih sesuai jika setiap layanan membutuhkan penjelasan sendiri atau informasi bisnis cukup beragam.

Katalog dapat membantu pengunjung membandingkan penawaran tanpa harus langsung memiliki sistem transaksi. Toko online mempunyai kebutuhan operasional tambahan, seperti pengelolaan pesanan dan pembayaran, yang perlu dibicarakan sejak awal.

Pilihan ini bukan perlombaan jumlah halaman. Sebuah landing page yang lengkap bisa lebih berguna daripada banyak halaman yang isinya tipis. Perhatikan juga siapa yang akan memperbarui konten dan seberapa sering informasi berubah.

Bedakan fitur wajib dan tahap berikutnya

Buat dua daftar sederhana. Daftar pertama berisi hal yang harus tersedia saat website diluncurkan. Daftar kedua berisi hal yang ingin ditambahkan ketika kebutuhan sudah lebih jelas.

  • Wajib: informasi layanan, tampilan yang nyaman di ponsel, jalur kontak, dan navigasi yang mudah dipahami.
  • Sesuai kebutuhan: katalog, form permintaan, peta lokasi, beberapa bahasa, atau halaman artikel.
  • Tahap berikutnya: integrasi operasional dan fitur khusus yang perlu diuji manfaatnya terlebih dahulu.

Setiap form membutuhkan tujuan yang jelas: data apa yang diminta, siapa yang menerima, dan bagaimana permintaan ditindaklanjuti. Tombol yang terlihat berfungsi belum cukup jika tidak terhubung dengan proses bisnis yang nyata.

Rencanakan isi yang mudah ditemukan

Tuliskan layanan dengan bahasa yang dipakai pelanggan. Judul seperti “Katering untuk acara kantor” memberi konteks lebih jelas daripada kalimat umum yang tidak menyebutkan penawarannya. Struktur heading membantu pembaca mengikuti isi halaman.

Konten website juga dapat menjadi dasar untuk menjawab pertanyaan melalui artikel. Misalnya, usaha interior dapat membahas persiapan renovasi sebelum mengarahkan pembaca ke layanan konsultasi. Pilih topik yang membantu keputusan pelanggan dan berhubungan dengan penawaran Anda.

Untuk memahami prinsip pencarian, Anda dapat membaca panduan awal SEO dari Google. Gunakan panduan itu sebagai fondasi, lalu nilai apakah isi website benar-benar memberi jawaban yang dicari pengunjung.

Tentukan pengelola setelah peluncuran

Website tetap membutuhkan perhatian setelah tayang. Tetapkan siapa yang memperbarui informasi, memeriksa pesan masuk, menyimpan akses domain dan hosting, serta mengecek tautan secara berkala.

Saat bekerja dengan partner, sepakati lingkup pengerjaan dan penyerahan sejak awal. Tanyakan aset apa yang diterima, bagaimana revisi dilakukan, siapa yang memegang akun utama, serta dukungan apa yang termasuk. Kejelasan ini membuat website lebih mudah diteruskan ketika bisnis berkembang.

Terakhir, uji alur sebagai calon pelanggan: buka halaman di ponsel, cari layanan, lalu coba menghubungi bisnis. Jika langkah itu masih membingungkan, perbaiki sebelum menambahkan fitur baru.

Brief sederhana untuk memulai

Rangkum persiapan Anda dalam satu halaman: tujuan website, calon pelanggan, tindakan utama, informasi bisnis, aset yang tersedia, fitur wajib, serta pengelola konten. Tambahkan beberapa referensi tampilan dan jelaskan bagian yang Anda sukai.

Referensi visual akan lebih berguna jika disertai alasan, seperti tulisan yang mudah dibaca atau layanan yang cepat dipahami. Dari brief ini, desain dan pengembangan punya dasar keputusan yang konkret.

Jika identitas visual belum konsisten, baca juga panduan awal identitas brand perusahaan. Dan ketika sudah siap membicarakan kebutuhan website, kenali layanan website Saka Digital sebagai langkah berikutnya.

Website bersama Saka Digital

Website yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Pilih paket berdasarkan konten, cara pengelolaan, dan alur pelanggan yang Anda butuhkan.

Lihat paket website
Semua artikel
WhatsApp